29 Oktober 2018 11:48 wib
  • zakat

Oleh Sunarji Harahap,M.M.

Nilai nishab per bulan sekitar Rp. 4,1 juta sekian. Ini masih dalam belum jadi ketentuan. Ini masih sebatas wacana karena masih mendengar berbagai masukan.

Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim dan jumlah lembaga keuangan Syariah terbesar di Dunia. Polemik rencana pemerintah yang kan memotong gaji Aparatur Sipil Negara ( ASN ) muslim sebesar 2,5 persen untuk zakat direncanakan dimulai tahun ini juga melalui Peppres.

Tujuan rencana itu adalah elaborasi upaya pemerintah untuk memfasilitasi pengumpulan zakat dari ASN Muslim karena kewajiban zakat sebagaimana ajaran agama Islam. Potensi dana zakat ASN sangat besar dari kebijakan ini bisa mencapai Rp. 10 triliun. Dana tersebut, akan dialokasikan untuk pendidikan, rumah sakit, ekonomi umat, hingga bantuan kebencanaan dan tidak ada kaitan dengan infrastuktur.

Berdasarkan dasar hukum itu diambil dari UU 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, PP 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Zakat, Inpres 3 Tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat dan Permenag 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Perhitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah. Sebenarnya praktek pemungutan zakat bagi ASN Muslim di sebagian instansi pemerintah daerah dan institusi sudah berjalan. Dalam pelaksanaannya nantinya akan ada akad atau surat perjanjian persetujuan untuk dipotong zakat atau tidak. Namun, pengelolaannya akan diukur dari gaji ASN secara utuh kemudian diukur aturan nishab.

Nilai nishab per bulan sekitar Rp. 4,1 juta sekian. Ini masih dalam belum jadi ketentuan. Ini masih sebatas wacana karena masih mendengar berbagai masukan. Dana zakat itu akan dikelola Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) dan lembaga – lembaga amil zakat dari Ormas Islam. Nishab batas minimal jumlah penghasilan yang wajib di zakati artinya mereka yang penghasilannya tidak sampai batas minimal nishab tentu tidak wajib mengeluarkan zakatnya. Lain soal kalau dia bersedia meungkin infak atau sedekah. Jadi ada batas minimal nishab penghasilan yang menjadi tolak ukur parameter berapa yang dikenakan zakat. Artinya ini tidak berlaku seluruh ASN Muslim. Nanti amil zakat pengelola zakat akan melihat gajinya secara utuh satu tahun dibagi perbulan mencpai nishab.

Pemerintah akan memotong 2,5 persen dari gaji untuk membayar zakat. Ketentuan itu berlaku khusus dan tidak bersifat mandatory ( wajib ). Sehingga, yang menolak bisa mengajukan keberatan. Yang dikenakan zakat adalah orang yang sudah memenuh nishabnya, atau setara dengan 85 gram emas murni dari total penghasilannya dalam waktu satu tahun. Kalau kemudian nishabnya kurang, yang tentu tidak dikenakan zakat. Jadi sama sekali tidak ada pemaksaan dan sama sekali tidak ada keharusan, dimana prinsipnya sukarela.

Allah SWT dengan jelas menyebutkan perintah zakat dalam Alquran dan setiap umat Muslim wajib mengeluarkan zakat untuk menyucikan diri dari hartanya. Beberapa dalil tentang zakat yang ada dalam Alquran antara lain surat Al Baqarah ayah 267. Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menafkahkan sebagian hartanya untuk kebaikan atau dalam hal ini sebagai zakat.

Hai orang – orang yang beriman, nafkahkanlah ( di jalan allah ) sebagian dari hasil usahamu yang baik – baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk – buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kmau sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketehuilah, bahwa Allah Mahakaya lagi Mahaterpuji ( QS Al Baqarah : 267 ).

Allah SWT menyebutkan dalam surat Az Zariyat ayat 19 bahwasannya dalam harta seseorang terdapat hak orang miskin. Harta tersebut harus dikeluarkan dalam bentuk zakat. Dan pada harta – harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. ( Az Zariyat : 19 ).

Zakat untuk mendapat keridhaan Allah

Dalam surat Ar Rum ayat 39 disebutkan bahwa zakat dikeluarkan haruslah semata – mata karena mengharap ridha Allah SWT dan Allah juga mengharamkan perilaku riba ( baca hukum riba dalam islam dan cara menghindari riab ). “ Dan sesuatau riba ( tambahan ) yang kamu berikan agar di bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisis Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka  (yang berbuat demikian ) itulah orang – orang yang melipat gandakan ( pahalanya )” ( QS Ar Rum : 39 ).

Adapun syarat untuk mengeluarkan zakat pendpaatan di antaranya;

Islam, merdeka, bukan hamba sahaya , harta milik sendiri dan bukan milik orang lain, harta diperoleh dari hasil usaha yang baik, cukup nishab yakni setara dengan 85 gram emas, cukup haul, misalnya dalam jangka waktu satu tahun seperti zakat maal. Zakat profesi adalah zakat atas penghasilan yang diperoleh dari pengembangan potensi diri yang dimiliki seseorang dengan cara yang sesuai syariat, seperti upah kerja rutin, profesi dokter, pengacara, arsitek, dll.

Menurut Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) mengenai zakat profesi tercantum dalam fatwa MUI 7 Juni tahun 2003 disebutkan: Semua bentuk penghasilan halal wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram. 1) Zakat penghasilan dapat dikeluarkan pada saat menerima jika sudah cukup nishab. 2 ) Jika tidak mencapai nishab, maka semua penghasilan dikumpulkan selama satu tahun; kemudian zakat dikeluarkan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab. Fatwa MUI ini menarik dikaji dengan setidaknya ada dua catatan yang menarik.

Pertama, nishabnya mengikuti emas bukan pertanian. Disebutkan bahwa semua bentuk penghasilan halal wajib dikeluarkan zakatnya, dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram. Kalau kita bandingkan dengan fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradawi, nishabnya bukan kepada emas 85 gram, melainkan kepada hasil pertanian 653 kg gabah kering atau 520 kg beras. Bahkan lebih jauh, meski pun penghasilannya belum mencapai nishab sekalipun, tetap sudah bisa membayar zakat. Caranya dengan membuat pengandaian. Maksudnya, seolah – olah sudah terima gaji untuk setahun ke depan. Jika tidak mencpai nishab, maka semua penghasilan dikumpulkan selama satu tahun; kemudian zakat dikeluarkan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab.

Kedua, tanpa haul. Dalam hal ini, MUI tidak mensyaratkan harus ada masa kepemilikan selama setahun. Pokoknya kalau jumlah penghasilan itu mencapai nishab emas, maka wajib langsung dikeluarkan zakatnya. Ini adalah doktrin dasar zakat profesi. Padahal kalai mengacu kepada fiqrih zakat yang original, harta itu harus dimiliki dulu selama setahu penuh ( haul ) sejak awal hingga akhir tahun. Kalau belum dimiliki setahun, belum terlaksana zakat.

Potensi zakat yang sangat besar ini dapat menjadi sumber dana msyarakat dan pemerintah selain pajak untuk menggerakkan perekonomian, menghapuskan kesenjangan sosial dan mampu menghapuskan kemiskinan dan peminta – minta . Pengelolaan zakat yang terintegrasi, tersistem dan terpadu akan menjadikan tujuan zakat tepat sasaran dan membawa Indonesia yang lebih baik dan menjadi negeri yang diberkahi Allah.