SOP KEUANGAN

 

1. Tujuan

Memastikan kelancaran proses penerimaan uang masuk maupun pembayaran uang keluar terkait transaksi UPZ UIN SU Medan.

 

2. Ruang Lingkup

2.1.Uang Masuk

2.2. Uang Keluar

 

3. Definisi

Penerimaan Uang masuk UPZ adalah dana masuk yang bersumber dari Zakat Infak dan Sadakah (ZIS), dan Corporate Social Responsibility (CSR), dana Hibah, Sumbangan maupun sejenisnya, baik yang berasal dari Internal maupun eksternal UIN SU.

Pembayaran uang keluar UPZ adalah pengeluaran/penyaluran/ pendistribusian dari berbagai penerimaan yang diperoleh UPZ. Antara lain pendistribusian kepada mustahiq (Ashnaf) Zakat maupun pembebanan biaya operasional UPZ

 

4. Pengguna

4.1. Ketua UPZ

4.2. Wakil Ketua

4.3. Sekretaris

4.4. Wakil Sekretaris

4.5. Bendahara

4.6. Wakil Bendahara

4.7. Seluruh Anggota Pengurus UPZ

 

5. Dasar Hukum

5.1. UU No 23 Tahun 2011 tentang penglolaan Zakat

5.2. Peraturan BAZNAS No. 2 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Tata Kerja UPZ

5.2. Keputusan Rektor UIN SU Medan No. 12 tahun 2018 tanggal 18 Januari 2018 tentang Pengurus UPZ UINSU Periode 2018-2020.

5.3. Keputusan Ketua BAZNAS Propinsi Sumatera Utara

 

6. Persyaratan / Ketentuan Umum

6.1. Setiap penerimaan uang dan pengeluaran uang didasarkan pada bukti berupa daftar/tanda terima. Bukti-bukti ini disimpan dan diadministrasikan sedemikian rupa sehingga mudah untuk dilakukan penelusuran pada waktu-waktu diperlukan.

6.2. Penerimaan dan pengeluaran uang segera dibukukan setelah terjadinya transaksi sesuai dengan standar akuntansi zakat yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia. Pembukuan menggunakan software yang handal, sehingga dapat dihasilkan laporan keuangan secara harian, bulanan maupun tahunan.

6.3. Seluruh penerimaan uang dimasukkan ke rekening bank yang dibuka atas nama UPZ. Untuk kelancaran penarikan dana dari bank, terdapat tiga nama yang didaftarkan spesimen tanda tangannya. Namun untuk penarikan, cukup dilakukan oleh dua dari tiga orang yang terdaftar tersebut. Rekening dibuka pada setiap bank yang memiliki kerjasama penggajian dengan UIN SU.

6.4. Biaya operasional UPZ dibebankan dari hak amil yang ditetapkan maksimum 10% dari penerimaan. Biaya operasional meliputi : biaya sosialisasi, biaya penyelenggaraan rapat, biaya research and development, penggantian transport kepengurusan.

6.5. Untuk keperluan harian, Wakil bendahara memiliki petty cash maksimum sebesar Rp 2 juta. Pengeluaran harus didasarkan pada bukti- bukti administrasi.

6.6. Setiap pengeluaran uang didasarkan persetujuan ketua/wakil ketua sesuai limit. Untuk pengeluaran sampai Rp 2 juta disetujui oleh wakil ketua, sedangkan pengeluaran diatas Rp 2 juta wajib turut disetujui ketua UPZ.

6.7. Penyaluran kepada mustahiq wajib didasarkan pada permohonan yang diverifikasi oleh anggota pengurus bidang verifikasi penyaluran dan disetujui melalui rapat pengurus.

6.8. Penyaluran Zakat ditujukan kepada mustahiq fakir miskin baik untuk konsumtif maupun produktif. Selain itu terdapat penyaluran dalam bentuk beasiswa kepada mahasiswa/dosen/pegawai pada level S-1, S2 dan S3 yang memenuhi persyaratan. Ketentuan penyaluran kepada mustahiq ini diatur pada SOP tesendiri.

6.9. Jenis penerimaan UPZ berasal :

6.9.1.1Dari ASN dan Pegawai BLU sebesar 2,5%, dari:

6.9.1.1.1.Gaji

6.9.1.1. 2. Remunerasi

6.9.1.1. 3. Sertifikasi

6.9.1.1. 4. Uang makan

6.9.1.1. 5. Berbagai honor.

6.9.1.2. Dari eksternal

6.9.1.2.1.Zakat

6.9.1.2.2.Infak dan Sedekah

6.9.1.2.3. Dana CSR.

6.9.1.2.4.Dana Hibah dan sejenisnya.

 

6.10.Jenis pengeluaran UPZ antara lain

6.10.1.Penyaluran kepada mustahiq

6.10.2.Pembayaran biaya operasional yang terdiri dari

6.10.2.1.biaya sosialisasi

6.10.2.2.biaya penyelenggaraan rapat.

6.10.2.3.Biaya research and development

6.10.2.4.Biaya transport kepengurusan

 

7. Prosedur

7.1. Penerimaan dana Zakat ASN dan Pegawai BLU

7.1.1. Pemungutan Zakat didasarkan pada surat persetujuan masing- masing ASN dan Pegawai BLU selaku Muzakki.

7.1.2. Asli surat persetujuan diserahkan ke bagian keuangan sebagai dasar pemungutan zakat.

7.1.3. Anggota pengurus bidang Internal Fundraising berkordinasi dengan kabag keuangan untuk proses pemungutan. Daftar muzakki dan jumlah zakat berupa amprah harus didapatkan sebagai dasar pembukuan penerimaan dan pencocokan jumlah yang diterima. Penerimaan Zakat langsung diterima di rekening pada bank yang sama dengan pembayaran gaji. Untuk penerimaan dalam bentuk tunai dari bendahara, segera disetorkan ke rekening UPZ pada salah satu bank.

7.1.4.. Daftar (amprah) penerimaan zakat diserahkan kepada wakil bendahara untuk dibukukan pada aplikasi software dan dicocokan dengan rekening koran dari bank.

7.2. Penerimaan dari Eksternal

7.2.1. Penerimaan langsung masuk ke rekening bank.

7.2.2. Buatkan kwitansi tanda terima yang ditandatangani bendahara bersama ketua/wakil ketua.

7.2.3. Wakil bendahara membukukan pada aplikasi software zakat.

7.3. Pengeluaran Zakat

7.3.1. Sekretariat menerima permohonan dari calon mustahiq

7.3.2. Permohonan diteruskan kepada anggota pengurus bidang verifikasi penyaluran.

7.3.3. Apabila layak, maka anggota pengurus bidang verifikasi penyaluran menjadwalkan rapat pengambilan keputusan oleh komite persetujuan/penolakan yang terdiri dari bidang verifikasi, Bendahara atau wakil bendahara, sekretaris atau wakil sekretaris dan ketua atau wakil ketua. Pelaksanaan rapat dilakukan sekali dalam dua minggu.

7.3.4. Apabila disetujui, maka staf sekretariat menyiapkan tanda terima bagi mustahiq. Tanda terima dibubuhi persetujuan bayar oleh wakil ketua atau ketua sesuai limit.

7.3.5. Wakil Bendahara melakukan pembayaran sesuai kuitansi dan membukukannya pada aplikasi software.

 

8. Flowchart

 

9. Penutup

9.1. SOP ini berlaku sejak tanggal diteapkan, dengan ketentuan apabila terdapat keekliruan akan diadakan perubahan sebagaimana mestinya.

9.2. Hal-Hal yang belum diatur dalam SOP ini akan diatur kemudian atau diatur dalam edaran ketua UPZ

 

Medan, 30 Januari 2018 Ketua UPZ

 

 

 

Dr. Achyar Zain M.Ag

 

DOWNLOAD SOP KEUANGAN UPZ UIN SU MEDAN